titik temu
oleh Zaida Sofiana pada 10 Juli 2011 jam 17:02
senyum itu...kehangatan yang terukir dari rekah diwajahmu..
andai ku tahu saat sepiring nasi dan
seonggok ikan tanpa bumbu mencoba
menyampaikan kabar duka untukku..
andai dapat kubaca pesan
dari menghadap ketimur
saat kau ucap kata-kata bijakmu..
ingin rasanya kuhalau larik-larik kebisuan
yang kucipta senja itu...
jika kuingat pagi yang ganjil
merangkak,membungkus nyanyian merpati
dan membawamu pergi...
adakah kau tahu...
rumah yang dibawah daun coklat harum itu...
yang dahulu menjadi istana bagi kami
tiga bocah nakal yang selalu mencuri bolu coklat itu
kini telah menjadi sarang bagi kegelapan
bagi api
bagi dusta
bagi diam
dan bagi kehilangan yang mengengat...
(syair rindu untuk alm.mbah eny...semoga Alloh berkenan membalas kebaikanmu..)
andai ku tahu saat sepiring nasi dan
seonggok ikan tanpa bumbu mencoba
menyampaikan kabar duka untukku..
andai dapat kubaca pesan
dari menghadap ketimur
saat kau ucap kata-kata bijakmu..
ingin rasanya kuhalau larik-larik kebisuan
yang kucipta senja itu...
jika kuingat pagi yang ganjil
merangkak,membungkus nyanyian merpati
dan membawamu pergi...
adakah kau tahu...
rumah yang dibawah daun coklat harum itu...
yang dahulu menjadi istana bagi kami
tiga bocah nakal yang selalu mencuri bolu coklat itu
kini telah menjadi sarang bagi kegelapan
bagi api
bagi dusta
bagi diam
dan bagi kehilangan yang mengengat...
(syair rindu untuk alm.mbah eny...semoga Alloh berkenan membalas kebaikanmu..)
smoga ditrima disisix...amiinn
BalasHapus